Pontianak : all about my city

Pontianak City Aug 28, ’08 11:18 AM
for everyone

All About Pontianak

Pontianak, ibu kota provinsi Kalimantan Barat memiliki banyak cerita dan berbagai hal-hal menarik untuk kita ketahui. Pontianak dikenal juga dengan sebutan Khun Tien oleh etnis tiong hua di Pontianak. Kota ini dikenal sebagai Kota Khatulistiwa karena dilalui garis lintang nol derajat bumi. Selain itu kota Pontianak juga tidak dapat dipisahkan dari Sungai Kapuas, salah satu sungai terpanjang di indonesia.

Sejarah awal :

Asal nama kota ini dipercayai bermakna Kuntilanak atau hantu perempuan. Konon Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie tiba di daratan Pontianak, Ia bertemu hantu Kuntilanak. Penduduk daratan Pontianak dan rombongan Syarif Abdurrahman tidak berani membuka lahan yang dipercayai masih dihuni oleh hantu Kuntilanak. Oleh karena itu Syarif Abdurrachman menembakkan uang koin emas dengan mengunakan meriam. Untuk memunggut setiap keping uang emas itu maka penduduk dan para anggota rombongan harus membuka hutan yang terasa menyeramkan tersebut. (*sumber anggota keluarga keraton Kadriah)

Kota Pontianak didirikan oleh Syarif Abdurrachman Alkadrie pada hari Rabu, 23 Oktober 1771 (14 Radjab 1185 H), yang ditandai dengan membuka hutan di persimpangan tiga Sungai Landak, Sungai Kapuas Kecil dan Sungai Kapuas untuk mendirikan balai dan rumah sebagai tempat tinggal. Pada 1192 H, dia dikukuhkan menjadi Sultan pada Kesultanan Pontianak. Letak pusat pemerintahan ditandai dengan berdirinya Mesjid Jami’ Sultan Abdurrachman Alkadrie dan Keraton Kadriah, yang sekarang terletak di Kelurahan Dalam Bugis Kecamatan Pontianak timur. (*sumber wikipidia)

Di Pontianak terdiri dari suku Dayak (suku asli), Tiong hua, Melayu, Bugis, Jawa, Madura dan lainnya. Bahasa yang digunakan juga beragam, tapi sebagian besar memahami bahasa Indonesia. Bahasa ibu yang sering dipergunakan adalah Bahasa Melayu, Bahasa Tio Ciu, Bahasa Khek dan berbagai variasi bahasa Dayak.

Cat sering lho maen ke keraton kadriah nya, secara Cat tumbuh besar di daerah itu. Pernah juga mencoba memeluk tiang penyangga mesjid Jami’ yang katanya tidak bakal bisa terpeluk walaupun sudah dicoba beberapa orang bersama-sama (itu menurut mitos lho!). Cat pernah mencoba memeluk tiang penyangga itu, jelas saja ndak terpeluk, wong Cat masih kecil, so lengan pun masih pendek.

Cat juga suka bermain dengan 2 meriam yang terletak di depan halaman Keraton Kadriah. Biasanya bila ada yang memohon doa dan permohonannya terkabul akan meletakkan sekantong uang receh di dalam meriam tersebut. Uang receh tersebut akan diambil oleh anak-anak yang tinggal disekitar keratin. Yang cukup membuat Cat tersenyum adalah nama meriam tersebut, Meriam Si Timbul. Ada juga kuali besar yang katanya dulu digunakan untuk mengoreng manusia (he5 .. itu hanya cara menakuti anak-anak yang nakal, Cat baru tahu setelah berumur 7 tahun.).

Setiap pagi saya akan pergi ke sekolah dengan mengunakan sampan kayu yang dikayu oleh tukang sampan. Saat itu tahun 1991, saya masih duduk di bangku SD. Saya harus bangun begitu awal, sekitar jam  5 subuh, hanya untuk bersiap-siap pergi ke sekolah. Pada saat saya menginjak kelas 6, sudah ada angkot (di Pontianak menyebutnya Oplet) yang melewati jalur rumahku, hanya saja baru tersedia 4 angkot. So kadang saya dan abangku tidak mendapatkan tempat duduk, terpaksa deh jongkok di antara sela-sela kursi penumpang bersama tumpukan belanjaan (ikan, sayur dll) agar dapat sampe ke sekolah dengan tepat waktu.

Cat juga pernah mengalami saat dimana terjadi perang bacok antar supir angkot. Cat menaiki angkot yang disalip gilirannya oleh angkot lain, dan hal itu sangat membuat marah si supir. Rupanya hal ini sudah terjadi berkali-kali. Dengan amarah yang menumpuk pada saat bertemu angkot yang satu itu di persimpangan pas deket rumah saya, supir angkot yang saya tumpangi segera menarik cluritnya dan membacok supir angkot lain.

Wuih! Darahnya bercucuran. Tapi dasar Cat-nya agak bandel, bukannya lari Cat malah menonton dari balik dinding puskesmas yang berada pas di depan arena pertarungan itu.

Astaga, Cat kok ngelantur ya? Saat ini transportasi umum kurang diminati oleh penduduk kota Pontianak. Selain mahal (baca dengan gaya Ruben Onsu ^o^ ), keamanan kurang terjamin (takut akan terjadi hipnotis maupun copet) serta ketidak nyamanan yang dirasakan oleh penumpang, maka Penduduk lebih senang membeli  sepeda motor. Lagipula untuk mendapatkan sebuah motor bukanlah hal sulit lagi. Dengan Dp Rp. 500.000,- bahkan masih bisa ditawar dan tanpa proses yang berbelit-belit, seseorang sudah bisa membawa pulang sebuah motor baru. Jadi bisa dikatakan pertumbuhan kendaraan roda dua ini sangat pesat di Pontianak.

Anda jangan bertanya bagaimana serabutannya gaya berkendara mereka di jalan raya. Anak-anak muda akan sangat malu bila di usia mereka yang menginjak SMP mereka masih belum memiliki kuda besi ini. Bahka dulu teman SMK saya pernah mencoba bunuh diri karena tidak dibelikan kuda besi ini.

Perkembangan kota Pontianak :

Kota Pontianak telah berkembang banyak. Walaupun tidak sehebat perkembangan kota-kota lain. Saat ini hanya ada 3 mall di kota ini. Mall yang terbesar dan menjadi kebanggaan dan tempat ngumpulnya anak muda adalah A. Yani Mega Mall, lalu ada Matahari Mall di jalan Jend. Urip yang sepertinya sudah mulai berkurang peminatnya dan yang terakhir adalah Ramayana Mall yang terletak di Jl. Tanjung Pura. Nanti Cat akan membahasnya dalam topic pusat-pusat perbelanjaan di kota Pontianak deh .. janji!

Selain ke-3 mall, Pontianak dipenuhi dengan berbagai supermarket. Supermarket yang terkenal adalah Ligo Mitra di jalan Gajah Mada, Supermarket Kaisar di jalan Patimura, Supermarket Mitra Anda di jalan Sui. Jawi. Dan masih banyak supermarket lain yang tidak begitu terkenal.

Pasar Mawar juga telah dipugar agar menjadi cantik dan terkesan modern. Tapi sepertinya proyek ini kurang mendulang sukses, karena pasar Mawar menjadi lebih sepi setelah terlihat modern. Proyek moderenisasi pasar berikutnya adalah proyek pasar Flamboyan. Hanya saja proyek ini belum goal, Karena banyak ditentang oleh pedagang-pedagang di pasar tersebut. Pasar Flamboyan terletak di jalan perintis kemerdekaan deket persimpangan Jalan Gajah Mada. Kawasan ini terkenal macetnya di pagi hari maupun sore. Para pedagang kaki limanya mengelar dagangan hingga ke badan jalan yang sudah sangat sempit dan sesak.

Untuk urusan hotel, kota Pontianak menyediakan banyak hotel untuk anda pilih. Mulai dari Hotel yang keren-keren dan baru hingga penginapan kelas biasa. Hotel terbaru yang megah adalah hotel Orchazd, yang terletak di pecinannya Pontianak yaitu jl. Gajah mada. Ada juga Hotel Grand Mahkota yang indah. Lalu Hotel Kapuas Palace yang sudah cukup terkenal. Ada pula Hotel Santika dan Hotel Kini. Saat ini yang sedang dalam proses pengerjaan adalah Hotel Mercure yang terletak bersebelahan dengan A. Yani Mega mall, yang tentu saja terletak di jalan A. Yani 1.

Kalau soal makan memakan, Pontianak banyak menyediakan makanan yang patut dicoba. Mulai dari yang kaki lima hingga yang kelas berat. Sentra makanan adalah di jl. Gajah mada. Di jalan ini kita dapat mencicipi makanan khas Pontianak (tapi hati-hati baca tulisan halalnya lho). Ada Mie tiaw alias Kue tiaw. Cat sukanya KCKT alias Keng Ci Kue tiaw yang di Jl. Setia Budi. Ini adalah kue tiaw yang murah meriah karena tidak memakai daging, disajikan dengan sebutir telur mata sapi. Dan tempat ini menjadi langganan pelajar maupun mahasiswa.

Lalu bila anda suka dengan kepiting, boleh mencoba yam mie kepiting, ada pula Chai kue goreng dan Ko Kue serta pisang goreng yang renyah dan gurih. Banyak juga penjual minuman liang teh, air tahu serta sari kacang hijau. Ada juga Kue Kia theng dan Kue cap serta bubur ikan yang mengugah selera.

Kalau berani anda boleh mencoba memakan daging ular dan daging tupai. Yang cukup terkenal ada pondok Kakap, di daerah sungai Kakap yang menyediakan hidangan sea food segar. Ada juga pondok Serasan yang berada di tepian sungai Kapuas. Anda bisa makan di atas kapal kayu (Cat pernah coba, rasanya perut Cat terkocok-kocok karena kapalnya terus berayun oleh riak air sungai Kapuas). Berkunjung juga ke Alun-Alun Kapuas (Water front), anda bisa mencoba menaiki perahu pariwisatanya.

Ada juga Bubur Padas, namanya emang sanggar. Tapi rasanya tidak akan pedas bila kita tidak menambahkan cabe he5 .. Sebenarnya ini bubur khas Sambas, tapi bubur ini juga telah menjadi kebanggan kota Pontianak. Ada yang disebut bubur Pontianak, yaitu bubur putih yang disiram kuah kaldu sapi maupun ayam yang warnanya seperti kuah soto. Dimakan dengan taburan ikan teri, kacang, lemak, bawang goreng dan diberi jeruk sambal (nipis) serta cabe dan kecap.

Ada pula ikan asam pedas, sambal goreng tempoyak, cencalok, Es Lidah buaya, Kue Putu, Lemang, pengkang, mie sagu, cucur dan masih banyak lagi.

Kalo untuk oleh-oleh boleh deh coba Stik Keladi / talas dengan aneka rasa yang gurih, dodol lidah buaya, bingke, kue lapis belacan (bukan karena terbuat dari belacan alias terasi lho), bisa juga membeli ikan asin, ebi, dan sotong pangkong.

He5 .. ternyata cat paling banyak membahas soal makanannya ya. Jadi ada yang berminat ke Pontianak? Kalo ke Pontianak jangan lupa hubungi Cat ya.

Atau ada yang berminat dengan makanan khas Pontianak? Hubungi Cat deh, tar Cat kirimin gambarnya banyak-banyak.

Atau kalo ada yang mau pesan juga boleh (jangan lupa ongkos kirimnya he5). Cat paling doyan ma Stik keladi, hem .. 1 bungkusnya Rp. 15.000,- renyah dan gurih lho! Eh .. ada yang kelupaan Lempok durian, Ou I (bola-bola keladi goreng)  dan He Keng (roll udang) juga enak dijadikan oleh-oleh.

Lain kali Cat bahas makanan lagi ya …. Cat jadi ngiler nih …. Hem ^o^

Cat

(*practice makes perferct)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: