Berburu Sarapan : Warung Nasi Bu Eli Jl. Siaga

Berburu Sarapan.
” Warung Bu Eli”

Sarapan adalah awal untuk menghadapi hari yang berat nan penuh halang rintangan serta godaan *lebaaay diriku. Hihihihi.

image

Hari ini berburu sarapan bersama Dute, dengan rute yang deket-deket rumah. Jl. Siaga (di Jl. Adisucipto) awalnya adalah Gang yang kemudian beralih menjadi Jalan karena semakin ramainya kegiatan serta lebar jalan. Jalan Siaga ni mirip kayak Jl. Siam, Ketapan, Hijas dan teman-temannya itu. Jalan kecil yang ada di Jalan besar (apa sih penjelasan beribet ini).

Nah di Jl. Siaga banyak tuh penjual SaGi (Sarapan Pagi). Salah satunya yang lumayan banyak pengunjung dan penggemarnya adalah Warung Bu Eli.

Warung Bu Eli terletak masih dalam kawasan depan jalan Siaga. Posisi tepatnya sih setelah Les Bu Dewi (Gg. Siaga Indah Lestari) dan sebelum Gg. Siaga V. Berada dalam kios kecil di depan rumah warga. Tapi pembelinya rame berjubel. Dari yang bungkus ampe makan di tempat.

Menu yang ditawarkan cukup beragam.

1. Nasi kuning/uduk+ ayam = Rp. 13.000,-
2. Nasi kuning/uduk+telor = Rp. 7.000,-
3. Lontong+telor = Rp. 6.000,-
4. Soto ayam = Rp. 7.000,-
5. Bubur ayam = Rp. 5.000,-
6. Bubur teri kacang = Rp. 4.000,-
7. Bubur ayam + teri kacang = Rp. 6.000,-

Dan yang menurutku special itu yah, sambelnya. Ada dua jenis. Yang sambel biasa dan sambel terasi. Kalau dari lidah Dute dan Emak Catz sih, yang sambel terasi lebih mantap.

Tersedia juga aneka minuman seperti teh es, air tahu, aqua gelas dll. Dengan kisaran harga Rp. 1.000,- up.

Ada juga aneka gorengan serta kue-kue yang dapat dipilih untuk menemani sarapan pagi. Dari kroket ubi, kroket kentang, bakwan, risoles, pisang goreng, sukun goreng, ketupat ebi, bolu kukus, klepon dll (kuenya tergantung situasi dan kondisi. Hihihihihi).

Suasana warung sangat ramai dan sedikit sempit. Kita harus pandai-pandai mencari tempat duduk, berbagi meja dengan pembeli lainnya.

Untuk pelayanannya, sangat ramah (kecuali kalo rame dan banyak yang teriak-teriak pesan. Kadang kala penjualnya kagak kedengaran. Soalnya mereka konsen menyajikan pesanan dulu. Hihihihi. So diingatkan lagi aja penjualnya ntuh) dan tangkas (Emak tidak bilang cepat. Karena kecepatannya tergantung antrian pesanan. Coz banyak yang pesan bungkus biasanya. Buat dibawa ke kantor dan sekolah).

Ada seorang yang khusus menyajikan nasi kuning dan uduk. Terus ada lagi yang khusus menyajikan bubur dan lontong. Terus Bu Eli-nya jadi kasir juga bagian bikin soto.

Sistem pembayarannya berdasarkan kepercayaan. So, setelah makan atau bungkus. Kita jalan masuk ke dalam, ke kasirnya. Trus sebutin dah apa yang kita beli dan makan. Diitung. Trus bayar. Trussss jangan lupa ucapkan “Terima kasih.”

( ~ _ ~ ) ◦°◦° ♓îНiнiнiнi♓î
   (“)(“)

Ada yang lucu di papan menu.
Tulisan bahwa.

Mereka tidak menggunakan :
Bahan pengawet.
Bahan pewarna
Pemanis buatan.

Soooo buat yang pengen nyari sarapan. Hayuuuk makan di sini.

(♥ε♥ʃƪ) lopee lopee

Emak Catz.

Sent from BlackBerry® on 3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: