Desah Emak : C (d) erita Kabut Asap

Kemarau dan kabut Asap.

image

Hariku cerah, embun pagi yang indah. Kota bagai berselimut kabut misteri. Udara yang menyegarkan rongga jiwa … #eitssss …

Andai saja dendang ceria itu bisa kunyanyikan sesuai kenyataan …

Kotaku, kota Pontianak sudah hampir 2 bulan ini berselimut kabut cinta eh … Kabut asap pembakaran lahan. Tanya mengapa?

Pontianak, kota yang dilalui garis Khatulistiwa. Suhu udaranya sangat panas bedengkang.

Jadi jika dalam dua minggu saja tidak ada hujan, panasnya bakal naik lagi levelnya. (~˛~).

Ditambah lagi, saat-saat kemarau seperti ini lah para petani dan pembuka lahan akan membakar lahan ladang/pertanian/kebun mereka.

Beberapa tempat yang tanahnya adalah tanah gambut lebih besar bahaya kebakarannya. Rumput kering, tanah kering, serta panas matahari bisa saja tiba-tiba membuat semak-semak terbakar. Namun sebagian besar kabut asap pembakaran ini berasal dari ulah para pembakar lahan.

Mungkin mereka akan berkata, kami sudah sejak dulu kok melakukan hal seperti ini.

Tapi dulu adalah dulu. Sekarang sudah berbeda lagi. Dahulu, Kalimantan Barat ini adalah pulau hijau dengan hutan yang luas di setiap jengkal tanahnya. Sekarang, pembangunan telah menggeser hutan. Pabrik-pabrik pengolahan kayu membabat hutan. Perkebunan sawit menggantikan pohon-pohon misterius yang menjulang tinggi.

So ada baiknya, kita menyesuaikan diri juga.

Tips selama cuaca buruk kabut asap :

1. Jangan terlalu sering berada di luar ruangan.
2. Gunakan masker dan kacamata bila perlu melakukan perjalanan dengan motor/sepeda.
3. Perbanyak minum air putih. Konsumsi buah-buahan.
4. Jangan menambah polusi asap. Jangan membakar sampah dsb. Jangan merokok (ini mah emang Emaknya kagak suka kalo ada asap rokok).
5. Pasanglah air purifier di ruangan agar udara tersaring.
6. Ayo cintai alam. Tanam tanaman dan pohon penghijauan (pada tempatnya lho yah. Jangan di jalan hihihihhi).

Sekilas info harga masker :

Masker kain lebar Rp. 7.000,-
Masker kain tali karakter Rp. 8.000,-
Masker kain hijau Rp. 5.000,-

Nah …. Satu lagiiii, yuk doakan Pontianak segera diguyur hujan. Doakan juga Jakarta tidak banjir lagi.

(♥ε♥ʃƪ) lopee (♥ε♥ʃƪ)

Emak Catz.

27 Febuari 2014.

Sent from BlackBerry® on 3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: